"Mari..." tanpa perasaan bersalah dan familiar si mbaknya cuek menyapa lagi. Loooh! Tadi kan dah ke sini?
Friday, March 20, 2009
Lanjutin sama si mbak
"Mari..." tanpa perasaan bersalah dan familiar si mbaknya cuek menyapa lagi. Loooh! Tadi kan dah ke sini?
Uang pas
Kontan si Pholenx diem, tapi temennya langsung kebingungan. "Wah, loq uang pas ga ada mbak. Biasanya saya pakai uang rupiah." jawab temennya yang lebih gila tu
Monday, March 16, 2009
Matematika Uang
Di salah satu sekolah dasar di Yogyakarta, seorang guru mengajarkan matematika, dengan menggunakan uang rupiah sebagai sarana penyampaiannya.
Bu Guru bertanya, "Perhatikan anak-anak, pada uang rupiah yang bergambar Pak Harto berapakah nilai rupiahnya?"
Murid-murid menjawab, "Lima puluh ribu, Bu Guru!"
Bu Guru bertanya lagi, "Sekarang perhatikan, pada uang rupiah yang bergambar monyet di hutan berapakah nilai rupiahnya?"
Murid-murid menjawab, "Lima ratus, Bu Guru!"
Untuk mentest kekuatan penalaran murid-muridnya, dengan penuh selidik, Bu Guru bertanya, "Jadi apa kesimpulan yang dapat kita tarik dari gambar dan nilai masing-masing uang rupiah tersebut anak-anak?"
Murid-murid secara serempak menjawab, "Lima puluh ribu dibagi lima ratus adalah seratus, Bu Guru. Jadi menurut mata uang kita, Pak Harto sama nilainya dengan seratus monyet di hutan, Bu Guru!"Tes Kelinci
Kepolisian, ABRI, dan badan intelejen BIA saling menyombong bahwa merekalah yang terbaik dalam menangkap penjarah yang sedang marak saat sekarang. Soeharto merasa perlu untuk melakukan tes terhadap hal ini.
Soeharto melepas seekor kelinci kedalam hutan dan ketiga kelompok pengikut tes di atas harus berusaha menangkapnya
BIA masuk ke hutan. Mereka menempatkan informan-informan di setiap pelosok hutan itu. Mereka menanyai setiap pohon, rumput, semak dan binatang di hutan itu. Tidak ada pelosok hutan yang tidak di interogasi. Setelah tiga bulan penyelidikan hutan secara menyeluruh akhirnya BIA mengambil kesimpulan bahwa kelinci tersebut ternyata tidak pernah ada.
ABRI masuk ke hutan. Setelah dua minggu kerja tanpa hasil, mereka akhirnya membakar hutan sehingga setiap mahluk hidup didalamnya terpanggang tanpa ada kekecualian. Akhirnya kelinci tersebut tertangkap juga hitam legam, mati ... tentu saja.
Kepolisian masuk hutan. Dua jam kemudian, mereka keluar dari hutan sambil membawa seekor tikus putih yang telah hancur-hancuran badannya dipukuli. Tikus putih itu berteriak-teriak: "Ya ... ya ... saya mengaku! Saya kelinci! Saya kelinci!"
Saturday, January 17, 2009
Presiden ke Tujuh
Semua menjawab: "Ketiga bu guruuuuuu…"
Kecuali seorang anak bernama Deden Bolot, dia menjawab: "Ketujuh bu guruuuuuu…"
Semua memandang Deden Bolot dengan heran.
Kemudian Bu gurunya bertanya lagi: "Coba Deden Bolot sebutkan satu persatu."
Deden Bolot: "Pertama Sukarno bu Guru."
Bu Guru: "Lalu ? "
Deden Bolot: "Suharto bu guru."
Bu Guru: "Lalu ? "
Deden Bolot: "Suharto, Suharto, Suharto, Suharto, baru Habiebie bu Guru".
dari ketawa.com
Thursday, January 15, 2009
Dua Gadis Lugu Menunggu Bis
Satunya lagi berkata, "Aku menunggu bis jalur 5."
Tidak lama kemudian, bis jalur 25 menepi di halte bis. Dua orang gadis lugu itu saling menatap dan berkata, "Hey, sepertinya kita bisa naik bis ini sama-sama!"
dari:
ketawa.com
Akhiri Dengan Me Too
Penerjemah: "Sebelum berjabat tangan ucapkan : how are you? setelah itu presiden clinton akan mengucap kan suatu kalimat, biasanya ia akan mengucapkan i am fine, mengangguk lah seolah anda mengerti. Setelah dia selesai bicara tutuplah pembicaraan dengan : me too. Selanjutnya biarlah saya yang mengurus pembicaraan bilateral."
Sesampainya di gedung putih Bill clinton telah menunggu untuk upacara kenegaraan.
Koizumi : (karena kurang fasih inggris nya) "Who are you ?"
Bill clinton(agak terkejut): "Im hillary husband"
Koizumu : "Me too..."
Bill clinton : ???!!!!?????!!!!
dari ketawa.com